Kimia

Pertanyaan

arus listrik 10 ampere dialirkan kedalam larutan CuSO4 melalui elektrode karbon selama 965 detik. volume gas yang dihasilkan pada anoda adalah

1 Jawaban

  • arus listrik 10 ampere dialirkan kedalam larutan CuSO4 melalui elektrode karbon selama 965 detik. volume gas yang dihasilkan pada anoda adalah V O₂ = 0,56 Liter

    Pembahasan

    Sel Elektrolisis

    Elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta, yaitu menghasilkan arus listrik searah melalui reaksi redoks tak spontan. Pada proses elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Pada sel elektrolisis,

    1. Katode sebagai elektrode negatif yang mengalami reaksi reduksi (penerimaan elektron)

    2. Anode sebagai elektrode positif yang mengalami reaksi oksidasi (pelepasan elektron)

    KNAP

    Katode : Negatif

    Anode : Positif

    Reaksi – Reaksi Elektrolisis

    a. Sel Elektrolisis Bentuk Lelehan/Cairan/Liquid

    Reaksi dikatode :

    Reaksi di katode bergantung dari jenis kationnya, jika kation dari logam aktif, maka kation logam aktif dapat tereduksi, menurt reaksi :

    Xn+(aq) + ne  --> X(s)

    Reaksi di anode :

    Reaksi di anode bergantung pada jenis anionnya, sama seperti kation, pada anode anion juga akan langsung dioksidasi menurut reaksi :

    Ym- (aq) -> Y2 (g) + me

    b. Sel Elektrolisis  Bentuk Larutan

    1. Reaksi Pada Katode

    Reaksi pada katode bergantung pada jenis kationnya.

    a. Jika kation berasal dari Ion hidrogen (H+) maka

    Ion hidrogen akan direduksi menjadi gas hidrogen.

    Reaksi: 2 H+(aq) + 2 e → H2 (g)

    b. Jika Ion-ion logam alkali/alkali tanah Al, Mn, seperti Li+, K+, Na+, Ba2+, Sr2+, dan Ca2+ tidak mengalami reduksi, tetapi air yang akan tereduksi hal ini dikarenakan Eo reduksi H2O > Eo logam logam alkali/alkali tanah Al, Mn.

    Reaksi: H2O(l) + 2 e → H2(g) + 2 OH–(aq)

    c. Jika Ion-ion logam selain alkali/alkali tanah, seperti Ni2+, Cu2+, dan Zn2+ akan mengalami reduksi menjadi logam.

    Mnn+ + n e → M

    2. Reaksi Pada Anode

    Reaksi pada anode bergantung pada jenis anion dan elektrode yang digunakan.

    Bila Elektorde yang digunakan adalah Elektrode Inert  (C, Pt dan Au), maka :

    a. Jika Ion hidroksida (OH–) akan teroksidasi menjadi H2O dan O2.

    Reaksinya: 4 OH–(aq) → 2 H2O(l) + O2(g) + 4 e

    b. Ion sisa asam yang tidak mengandung, seperti Cl–, Br–, I– akan teroksidasi menjadi gasnya Cl2, Br2, I2.

    Reaksi : 2 X– → X2 + 2 e

    c. Ion sisa asam yaitu asam yang mengandung oksigen, seperti SO42–, NO3–, PO43– maka tidak akan teroksidasi dan yang teroksidasi adalah air. Hal ini karena Eo oksidasi H2O > Eo oksidasi ion sisa asam yang mengandung oksigen.

    Reaksi: 2 H2O(l) → 4 H+(aq) + O2(g) + 4 e

    d. Bila Elektrode yang digunakan bukan elektrode inert (sukar bereaksi) maka elektrode akan mengalami oksidasi menjadi ionnya.

    Reaksi : L (s) -> Ln+ (aq) + ne


    Hukum Faraday I

    Massa zat yang dihasilkan pada proses elektrolisis akan berbanding lurus dengan muatan listrik yang digunakan dalam percobaan tersebut.

    1 F = 1 mol elektron = 96500 Coulomb

    Rumus :

    W = e x F

    W = e x [tex]\frac{Q}{96500}[/tex]

    W = e x [tex]\frac{I~x~t}{96500}[/tex]

    Hukum Faraday II

    [tex]W_{1}[/tex] : [tex]W_{2}[/tex] = [tex]e_{1}[/tex] : [tex]e_{2}[/tex]

    dengan,

    W = massa (gram)

    Q = muatan listrik (Coulomb)

    e = Ar/jumlah ion

    I = kuat arus (A)

    t = waktu (detik)


    Diket :

    I = 10 A

    t = 965 detik


    Ditanya :

    V gas yang dihasilkan pada anode


    Jawab

    Hukum Faraday I

    W = e x F

    W = e x [tex]\frac{I~x~t}{96500}[/tex]

    maka,

    F = [tex]\frac{I~x~t}{96500}[/tex]

    F = [tex]\frac{10~x~965}{96500}[/tex]

    F = [tex]\frac{9650}{96500}[/tex]

    F = 0,1 F


    n e = n F = 0,1 mol

    CuSO₄ ---> Cu²⁺ (aq) + SO₄²⁻ (aq)

    Reaksi elektrolisis

    Katode : Cu²⁺ (aq) + 2e ---> Cu

    maka n e = 0,1 mol

    Reaksi elektrolisis

    elektrode yang digunakan adalah elektrode inert (karcon/C) maka Ion sisa asam yaitu SO₄²⁻ tidak akan teroksidasi dan yang teroksidasi adalah air. Hal ini karena E° oksidasi H₂O > E° oksidasi ion sisa asam yang mengandung oksigen.

    Anode : 2 H₂O(l) → 4 H⁺ (aq) + O₂ (g) + 4 e

    maka, n e = 0,1 mol

    gas yang dihasilkan pada anode adalah gas oksigen.

    n O₂ = [tex]\frac{1}{4}[/tex] x n e

    n O₂ = [tex]\frac{1}{4}[/tex] x 0,1

    n O₂ = 0,025 mol


    V O₂ = n x 22,4

    V O₂ = 0,025 x 22,4

    V O₂ = 0,56 Liter


    Pelajari lebih lanjut

    Reaksi elektrolisis larutan https://brainly.co.id/tugas/12522447

    Elektrolisis https://brainly.co.id/tugas/18466905

    Faktor yang mempengaruhi elektrolisis https://brainly.co.id/tugas/18337749

    Hukum Faraday I https://brainly.co.id/tugas/8924918 , https://brainly.co.id/tugas/8740218

    Hukum Faraday I https://brainly.co.id/tugas/12753334 , https://brainly.co.id/tugas/18485247

    Hukum Faraday I https://brainly.co.id/tugas/18490422

    Hukum Faraday II https://brainly.co.id/tugas/18473680, https://brainly.co.id/tugas/18312503 , https://brainly.co.id/tugas/18695263

    ------------------------------------------

    Detil Jawaban

    Mapel : Kimia

    Bab : Redoks dan elektrokimia

    Kelas : XII

    Semester : 1

    Kode : 12. 7. 2

    Kata kunci : elektrolisis, hukum faraday, hukum faraday I, volume standar

    Gambar lampiran jawaban ionkovalen

Pertanyaan Lainnya